PEMANFAATAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL PADA AKUN@TEMUKAMU.WHITEFOREST

Authors

  • Aditya Kuspanca Winata
  • Ahmad Nasher

Abstract

Banyaknya pengguna internet di Indonesia yang mencapai 215,63 juta orang serta dengan konten internet yang sering diakses merupakan media sosial maka melakukan pemasaran melalui internet tepatnya di media sosial merupakan hal yang sangat tepat. Seperti yang diterapkan oleh tempat usaha temukamu whiteforest yang ingin terus memperluas komunikasi pemasarannya dengan melalui media sosial instagram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan penelitian kualitatif yang terdiri dari wawancara dan dokumentasi. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Difusi inovasi yang diperkenalkan oleh Everett Rogers (1962) dan konsep intergrated marketing communication yang dikembangkan oleh Schrutz (1980an). Hasil yang Peneliti dapatkan dari wawancara dengan pihak temukamu whiteforest mengenai strategi pemanfaatan instagram sebagai media komunikasi pemasaran telah menerapkan serta memenuhi lima karakteristik difusi inovasi yang digagas oleh Everett Rogers serta beberapa bentuk aktivitas intergrated marketing communication yang digagas oleh Schrutz, kelima bentuk yang digunakan tersebut yaitu advertising, sponsorship, public relation, personal selling, dan sales promotion. Terdapat satu bentuk yang tidak di gunakan yakni Sponsorship karena belum terlalu terfokus kearah tersebut. Hal itu menunjukkan bahwa strategi pemanfaatan instagram sebagai media komunikasi pemasaran memiliki peran penting dalam menjalankan suatu bisnis yang dikomunikasikan melalui media sosial instagram.

References

Agus M.Hardjana. (2016). Ilmu Komunikasi.Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Andrew E. Sikula. (2017). Komunikasi Bisnis. Surakarta:Erlangga.

Arikunto, S. (2016). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Fatria, F. (2017). Penerapan Media Pembelajaran Google Drive Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasan Dan Sastra, 2(1), 138-144.

Kharisma, dkk. (2016). Analisis Strategi Promosi Pariwisata Melalui Media Sosial Oleh Kementerian Pariwisata RI. (Bandung: Jurnal Tidak Diterbitkan)

Laksana, M. F. (2019). Praktis Memahami Manajemen Pemasaran. Sukabumi: CV Al Fath Zumar.

Larasati, W.,dkk. (2013). Efektivitas Pemanfaatan Aplikasi WhatsApp sebagai Sarana Diskusi Pembelajaran Pada Mahasiswa (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).

Moleong, L. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Moleong, L. J. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Mulyana Deddy. (2014). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Cetakan ke 18. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Mulyana Deddy. (2015). Komunikasi Bisnis Peran Komunikasi Interpersonal Dalam Aktivitas Bisnis. Yogyakarta: PT Buku Seru.

Nasrullah, Rulli. (2015). Media Sosial; Persfektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Rulli Nasrullah, (2016), Media Sosial Perspektif Komunikasi, Budaya, Sosioteknologi, Cet.kedua, Simbiosa Rekatama Media, Bandung

Ruslan, Rosady. (2017). Metode Penelitian Public Relations & Komunikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sekaran, Uma dan Bougie, R. (2017). Metode Penelitian untuk Bisnis Pendekatan Pengembangan-Keahlian. Jakarta. Salemba Empat.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, penerbit Alfabeta,Bandung

Tjiptono, F., & Diana, A. (2019). Kepuasan Pelanggan Konsep, Pengukuran, & Strategi. Yogyakarta: Penerbit ANDI

Van Dijk, J. (2013). Digital Democracy: Vision and Reality. Department of Media, Communication and Organization, 1-17.

Yusuf Muri. (2014). “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabunganâ€. Jakarta: prenadamedia group.

Downloads

Published

2025-09-26

Issue

Section